MAGETAN – MEDIA MATARAMAN
Aktivitas pengerukan material atau galian C yang beroperasi di tengah kawasan pemukiman di Desa Ginuk Kecamatan Karas Kabupaten Magetan semakin memicu keresahan warga.
Kehadiran alat berat jenis excavator yang melakukan penggalian skala besar di area perumahan dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan merusak fasilitas umum yang seharusnya dijaga bersama.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bahu jalan yang kian memprihatinkan. Jalan lingkungan yang biasanya hanya dilalui kendaraan pribadi, kini harus menahan beban berat dari puluhan armada dump truck yang mengangkut material tanah keluar area perumahan.
Akibatnya, struktur bahu jalan di sepanjang jalur lintasan truk mulai amblas dan retak-retak.
Jika dibiarkan terus-menerus, warga khawatir kerusakan ini akan merambat hingga ke badan aspal utama dan memutus akses warga.
Selain kerusakan infrastruktur, kebersihan lingkungan juga menjadi sorotan tajam. Ceceran tanah yang jatuh dari bak truk tanpa penutup yang memadai menumpuk di permukaan jalan.
Saat cuaca panas, warga terpaksa menghirup polusi debu yang pekat, sementara saat hujan turun, aspal berubah menjadi lintasan lumpur yang sangat licin. Kondisi ini sudah menyebabkan banyak pengendara motor tergelincir, terutama saat melintas di pagi hari.
Warga menyayangkan sikap pengelola galian yang dianggap hanya mengejar keuntungan dari penjualan material tanpa mempedulikan dampak kerusakan di lingkungan sekitar.
Warga mendesak agar pihak pengelola segera bertanggung jawab untuk mengembalikan kondisi bahu jalan seperti semula dan melakukan penyiraman serta pembersihan jalan secara rutin setiap hari.
Hingga saat ini, warga masih terus mengawasi aktivitas alat berat di lokasi tersebut.
Masyarakat menuntut adanya transparansi mengenai tujuan pengerukan tersebut, mengingat dampak yang ditimbulkan sudah sangat merugikan bagi penghuni perumahan yang setiap hari harus melewati jalan yang rusak dan kotor tersebut.
0 Komentar