PACITAN – Menyikapi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 531 kasus sepanjang 2025, Polres Pacitan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Senin (2/2/2026). Operasi ini menjadi langkah awal pengamanan lalu lintas menjelang Idul Fitri 1447 H.
Apel digelar di halaman Mapolres Pacitan dan dipimpin Wakapolres Pacitan, Kompol Moch. Mukid. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti unsur TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga organisasi kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Kompol Moch. Mukid menegaskan bahwa apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana pendukung operasi.
“Apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan soliditas lintas sektor. Semua harus siap sebelum operasi berjalan,” tegasnya.
Berdasarkan data analisis dan evaluasi, sepanjang 2025 terjadi 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pacitan. Dari jumlah tersebut, 10 orang meninggal dunia, 51 luka berat, dan 803 luka ringan.
Menurut Mukid, tingginya angka kecelakaan berkaitan erat dengan rendahnya disiplin berlalu lintas dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara.
“Banyak kecelakaan sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat lebih patuh aturan dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menjadi bagian dari cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Semeru saat arus mudik Lebaran.
Tema yang diusung tahun ini adalah Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
Sebanyak 5.020 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri atas 395 personel Polda Jatim dan 4.625 personel dari jajaran kewilayahan.
Mukid juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel, di antaranya bekerja profesional, mengutamakan keselamatan masyarakat, meningkatkan ramp check kendaraan, serta melakukan tes kesehatan pengemudi.
“Pastikan tidak ada pengemudi yang beroperasi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba. Ini sangat berbahaya,” pesannya.
Selain itu, personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca yang tidak menentu, serta memperkuat sinergi dengan TNI dan pemerintah daerah.
“Kunci keberhasilan operasi ini adalah kerja sama. Bukan kerja sektoral, tapi kerja bersama,” tandasnya.
Apel tersebut diikuti unsur Forkopimda Pacitan, di antaranya Sekda Pacitan Heru Wiwoho, Ketua PN Pacitan Benedictus Rinanta, Kadinkes Daru Mustiko Aji, perwakilan Kejaksaan, TNI, Dishub, BPBD, Satpol PP, hingga RSUD Darsono.
Pasukan apel terdiri atas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Senkom, serta unit kendaraan patroli roda dua, roda empat, hingga truk operasional.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa dan laporan akhir komandan apel. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyatakan, operasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (*)

0 Komentar